niietha mbembem
Selasa, 06 November 2012
Ciiita-Ciita-Ku
# setiap orang pasti punya cita-cita. Cita-cita adalah sebuah tujuan hidup yang ingin sekali kita raih untuk menuju sebuah kesuksesan .
----Berawal dari Hobi ku saat masih SD, Dari dulu aku sangat senang menyanyi. bahkan setiap saat dimanapun aku berada tak perduli itu tempat rame atau tidak aku tetep pD bernyanyi. Walaupun Suaraku Jelek..
^^^ Sampe sekarang aku berumur 17th pun aku masih sangat suka menyanyi, bahkan cita-citaku adalah ingin menjadi seorang Penyanyi yang terkenal. Tapi keinginanku itu hanya sesaat semata, karena aku sering mendengar dari mulut kemulut bajhwa seorang penyanyi itu negatif. memang tak semua penyanyi negatif, tapi itu hanya sebutan sebagian besar saja.
______ sampai setelah aku berfikir dengan matang-matang, niatku ingin menjadi penyanyi LUNTUR.
Dan aku Hanya ingin menjadi seseorang yang sukses dan bisa membahagiakan kedua orang tuaku.
dengan niat itulah aku tegakkan sebagai tiang awal untuk berkarir.
Aku ingin mempunyai Toko yang besar dan terkenal,contohnya Toko yang khusus menjual Assesoris dan Baju.
Aku juga ingin mempunyai Salon Kecantikan. karena dengan adanya perawatan ini banyak orang yang berminat untuk mempercantik diri.
Aku pun juga sangat ingin semua ini tercapai, bukan hanya sebuah impian belaka.
--AYAHKU sudah berjanji akan menuruti semua keinginanku, jika itu yang terbaik untukku.
aku sangat senang sekali, disisi lain IBUKU ingin aku menjadi seorang desainer baju yang terkenal dan ternama. dan aku ingin mewujudkan semua itu.
#Pepatah pernah mengatakan, Bermimpilah setinggi Langit.#
***************dan aku ingin semua ini tak sekedar mimpi, aku ingin semua ini menjadi NYATA dan akan kuraih sebuah Kesuksesan demu kedua Orang TUaku****************
Selasa, 30 Oktober 2012
My Family is The Best
Orang Tua adalah seseorang yang telah memberikan arti kehidupan bagi kita.
Orang Tua yang telah mengasihi kita, memelihara kita dari kecil. walaupun mereka bukan orang yang melahirkan kita di Dunia. Namun mereka telah merawat kita dengan sepenuh hati, dan memberikan kasih sayang kepada kita dengan ikhlas dan tulus.
Anak adalah seseorang yang akan kita berikan dengan penuh kasih sayang, cinta tulus, dan hubungan batin yang tidak akan pernah terputus.
Orang Tua adalah Ayah dan Ibu.
1. Ayah
==> ayah yang selalu mencari uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan kebutuhanku setiap hari. Ayah yang selalu bekerja keras mati-matian hanya untuk kebahagiaanku,ia rela bekerja dari pagi sampai malam hanya untuk keluarga semata. ia juga tag pernah mengeluh, dan tag pernah perdulu dengan cuaca di luar.
2. Ibu
==>Ibu adalah orang yang telah mengandung kita 9 bulan 10 hari. betapa hebatnya arti seorang ibu untuk diriku. ibu yang berani mempertaruhkan nyawanya hanya demi kita. ibu kau sangat berarti bagiku.saat aku masih bayi hingga sekarang aku menjadi dewasa engkau tak pernah lelah untuk merawatku, membimbingku, menceramahiku.
# ibu taukah kau ? saat ibu menyuruhku membeli sesuatu aku tidak mau, dan saat aku melakukan kesalahan ibu marah-marah denganku dan aku selalu membantah , Hati ini menangis ... menyesal karena telah membantah ibu,,, Maafkan aku ibu . Dengarkan jeritan hatiku ini menangis karena takut menyakiti hati ibu.
** Ayah .. Ibu .. Taukah Kau ?????
==> Aku sangat menyayangi kalian . Aku tag ingin kehilanganmu. Walaupun aku tau suatu saat nanti kita akan berpisah .Tapi ketahuilah, sebelum ayah dan ibu pergi meninggalkanku,aku akan menjaga dan merawat kalian dengan sepenuh hati.
^^ Doa Untuk Ayah dan Ibuku ^^
_ ya ALLAH, Ampunilah dosaku dan Ampunilah dosa Ayah dan Ibuku, Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil.
------Isi HatiKu Yang terdalam-----
aku sayang kalian ... aku mencintai kalian ...
SaLam ku untuk ayah dan ibu
------::::::Nita:::::::---------
Orang Tua yang telah mengasihi kita, memelihara kita dari kecil. walaupun mereka bukan orang yang melahirkan kita di Dunia. Namun mereka telah merawat kita dengan sepenuh hati, dan memberikan kasih sayang kepada kita dengan ikhlas dan tulus.
Anak adalah seseorang yang akan kita berikan dengan penuh kasih sayang, cinta tulus, dan hubungan batin yang tidak akan pernah terputus.
Orang Tua adalah Ayah dan Ibu.
1. Ayah
==> ayah yang selalu mencari uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan kebutuhanku setiap hari. Ayah yang selalu bekerja keras mati-matian hanya untuk kebahagiaanku,ia rela bekerja dari pagi sampai malam hanya untuk keluarga semata. ia juga tag pernah mengeluh, dan tag pernah perdulu dengan cuaca di luar.
2. Ibu
==>Ibu adalah orang yang telah mengandung kita 9 bulan 10 hari. betapa hebatnya arti seorang ibu untuk diriku. ibu yang berani mempertaruhkan nyawanya hanya demi kita. ibu kau sangat berarti bagiku.saat aku masih bayi hingga sekarang aku menjadi dewasa engkau tak pernah lelah untuk merawatku, membimbingku, menceramahiku.
# ibu taukah kau ? saat ibu menyuruhku membeli sesuatu aku tidak mau, dan saat aku melakukan kesalahan ibu marah-marah denganku dan aku selalu membantah , Hati ini menangis ... menyesal karena telah membantah ibu,,, Maafkan aku ibu . Dengarkan jeritan hatiku ini menangis karena takut menyakiti hati ibu.
** Ayah .. Ibu .. Taukah Kau ?????
==> Aku sangat menyayangi kalian . Aku tag ingin kehilanganmu. Walaupun aku tau suatu saat nanti kita akan berpisah .Tapi ketahuilah, sebelum ayah dan ibu pergi meninggalkanku,aku akan menjaga dan merawat kalian dengan sepenuh hati.
^^ Doa Untuk Ayah dan Ibuku ^^
_ ya ALLAH, Ampunilah dosaku dan Ampunilah dosa Ayah dan Ibuku, Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil.
------Isi HatiKu Yang terdalam-----
aku sayang kalian ... aku mencintai kalian ...
SaLam ku untuk ayah dan ibu
------::::::Nita:::::::---------
Rabu, 12 September 2012
Energi Matahari
Energi dari Matahari
Matahari telah menghasilkan energi selama miliaran tahun. Energi matahari berupa sinar matahari (radiasi matahari) yang mencapai Bumi. Energi ini dapat diubah menjadi bentuk energi lainnya, seperti panas dan listrik.
Pada tahun 1830-an, astronom Inggris John Herschel terkenal karena meggunakan kotak kolektor panas matahari (perangkat yang menyerap sinar matahari untuk mengumpulkan panas) untuk memasak makanan selama ekspedisi ke Afrika. Dewasa ini, orang-orang menggunakan energi matahari untuk banyak hal.
Energi Matahari Bisa Digunakan untuk Mendapatkan Panas dan Listrik
Ketika dikonversi ke energi termal (atau panas), energi surya dapat digunakan untuk:
- Memanaskan air - untuk digunakan di rumah-rumah, bangunan, atau kolam renang.
- Pemanas ruangan - di dalam rumah, rumah kaca, dan bangunan lain.
- Memanaskan cairan - untuk mendapatkan suhu tinggi guna mengoperasikan turbin untuk menghasilkan listrik
Energi matahari dapat dikonversi menjadi listrik dengan dua cara:
- Photovoltaic (perangkat PV) atau "sel surya" mengkonversi sinar matahari secara langsung menjadi listrik. Sel PV ondividu dikelompokkan ke dalam panel dan array panel yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi mulai dari sel tunggal kecil untuk daya kalkulator dan baterai jam tangan, sampai ke sistem yang memasok daya ke rumah tunggal, hingga pembangkit listrik besar yang luasnya mencakup beberapa hektar.
- Pembangkit listrik surya/ panas surya menghasilkan listrik dengan mengkonsentrasikan energi matahari untuk memanaskan cairan dan menghasilkan uap yang digunakan untuk daya generator.
Manfaat utama dari energi surya adalah:
- Sistem energi surya tidak menghasilkan polusi udara atau karbon dioksida.
- Ketika berada pada bangunan, mereka memiliki dampak minimal terhadap lingkungan.
- Jumlah sinar matahari yang tiba di permukaan bumi tidak konstan. Jumlah ini bervariasi tergantung pada lokasi, waktu, waktu dalam setahun, dan kondisi cuaca.
- Karena matahari tidak memberikan energi yang banyak di satu tempat pada satu waktu, area permukaan besar diperlukan untuk mengumpulkan energi pada tingkat yang ekonomis.
Kamis, 30 Agustus 2012
Pewayangan Jawa
RADEN GATOTKACA
Raden Gatotkaca adalah putera Raden
Wrekudara yang kedua. Ibunya seorang putri raksasa bernama Dewi Arimbi
di Pringgandani. Waktu dilahirkan Gatotkaca berupa raksasa, karena
sangat saktinya tidak ada senjata yang dapat memotong tali pusatnya.
Kemudian tali pusat itu dapat juga dipotong dengan senjata Karna yang
bernama Kunta, tetapi sarung senjata itu masuk ke dalam perut Gatotkaca,
dan menambah lagi kesaktiannya.
Dengan kehendak dewa-dewa, bayi Gatotkaca itu dimasak seperti bubur dan diisi dengan segala kesaktian; karena. itu Raden Gatotkaca berurat kawat, bertulang besi, berdarah gala-gala, dapat terbang di awan dan duduk di atas awan yang melintang. Kecepatan Gatotkaca pada waktu terbang di awan bagai kilat dan liar bagai halilintar. Kesaktiannya dalam perang, dapat mencabut leher. musuhnya dengan digunakan pada saat yang penting. Gatotkaca diangkat jadi raja di Pringgadani dan ia disebut kesatria di Pringgadani, karena pemerintahan negara dikuasai oleh keturunan dari pihak perempuan. Dalam perang Baratayudha Gatotkaca tewas oleh senjata Kunta yang ditujukan kepada Gatotkaca. Ketika Gatotkaca bersembunyi dalam awan. Gatotkaca jatuh dari angkasa dan mengenai kereta kendaraan Karna hingga hancur lebur. Gatotkaca beristerikan saudara misan, bernama Dewi Pregiwa, puteri Raden Arjuna.
Dengan kehendak dewa-dewa, bayi Gatotkaca itu dimasak seperti bubur dan diisi dengan segala kesaktian; karena. itu Raden Gatotkaca berurat kawat, bertulang besi, berdarah gala-gala, dapat terbang di awan dan duduk di atas awan yang melintang. Kecepatan Gatotkaca pada waktu terbang di awan bagai kilat dan liar bagai halilintar. Kesaktiannya dalam perang, dapat mencabut leher. musuhnya dengan digunakan pada saat yang penting. Gatotkaca diangkat jadi raja di Pringgadani dan ia disebut kesatria di Pringgadani, karena pemerintahan negara dikuasai oleh keturunan dari pihak perempuan. Dalam perang Baratayudha Gatotkaca tewas oleh senjata Kunta yang ditujukan kepada Gatotkaca. Ketika Gatotkaca bersembunyi dalam awan. Gatotkaca jatuh dari angkasa dan mengenai kereta kendaraan Karna hingga hancur lebur. Gatotkaca beristerikan saudara misan, bernama Dewi Pregiwa, puteri Raden Arjuna.
Dalam riwayat, Gatotkaca mati masih sangat muda, hingga sangat disesali oleh sekalian keluarganya.
Menurut kata dalang waktu Raden Gatotkaca akan mengawan, diucapkan seperti berikut :
Tersebutlah, pakaian Raden Gatotkaca yang juga disebut kesatria di Pringgadani: Berjamang mas bersinar-sinar tiga susun, bersunting mas berbentuk bunga kenanga dikarangkan berupa surengpati. (Surengpati berarti berani pada ajalnya. Sunting serupa ini juga dipakai untuk seorang murid waktu menerima ilmu dari gurunya bagi ilmu kematian, untuk lambang bah.wa orang yang menerima ilmu itu takkan takut pada kematiannya). Bergelung (sanggul) bentuk supit urang tersangga oleh praba, berkancing sanggul mas tua bentuk garuda membelakang dan bertali ulur-ulur bentuk naga terukir, berpontoh nagaraja, bergelang kana (gelang empat segi). Berkain (kampuh) sutera jingga, dibatik dengan lukisan seisi hutan, berikat-pinggang cindai hijau, becelana cindai biru, berkeroncong suasa bentuk nagaraja, uncal diberi emas anting.
Diceritakan, Raden Gatotkaca waktu akan berjalan ia berterumpah Padakacarma, yang membuatnya dapat terbang tanpa sayap. Bersongkok Basunanda, walaupun pada waktu panas terik takkan kena panas, bila hujan tak kena air hujan. Diceritakan Raden Gatotkaca menyingsingkan kain bertaliwanda, ialah kain itu dibelitkan pada badan bagian belakang Raden Gatotkaca segera menepuk bahu dan menolakkan kakinya kebumi, terasa bumi itu mengeram di bawah kakinya. Mengawanlah ia keangkasa.
Wayang itu diujudkan sebagai terbang, ialah dijalan kain, dari kanan ke kiri, dibagian kelir atas beberapa kali lalu dicacakkan, ibarat berhenti di atas awan, dan dalang bercerita pula, Tersebutlah Raden Gatotkaca telah mengawan, setiba di angkasa terasa sebagai menginjak daratan, menyelam di awan biru, mengisah awan di hadapannya dan tertutuplah oleh awan di belakangnya, samar samar tertampak ia di pandangan orang. Sinar pakaian Gatotkaca yang kena sinar matahari sebagai kilat memburunya. Maka berhentilah kesatria Pringgadani di awan melintang, menghadap pada awan yang lain dengan melihat ke kanan dan ke kiri. Setelah hening pemandangan Gatotkaca, turunlah ia dari angkasa menuju ke bumi,
Adipati Karna waktu perang Baratayudha berperang tanding melawan Gatotkaca. Karna melepaskan senjata kunta Wijayadanu, kenalah Gatotkaca dengan senjata itu pada pusatnya. Setelah Gatotkaca kena panah itu jatuhlah Gatotkaca dari angkasa,, menjatuhi kereta kendaraan Karna, hingga hancur lebur kereta itu.
Tersebut dalam cerita, Raden Gatotkaca seorang kesatria yang tak pernah bersolek, hanya berpakaian bersahaja, jauh dari pada wanita. Tetapi setelah Gatotkaca melihat puteri Raden Arjuna, Dewi Pregiwa, waktu diiring oleh Raden Angkawijaya, Raden Gatotkaca jatuh hati lantaran melihat puteri itu berhias serba bersahaja. Berubah tingkah Raden. Gatotkaca ini diketahui oleh ibunya (Dewi Arimbi) dengan sukacita dan menuruti segala permintaan Raden Gatotkaca. Kemudian puteri ini diperisteri Raden Gatotkaca.
BENTUK WAYANG
Gatotkaca bermata telengan (membelalak),
hidung dempak, berkumis dan beryanggut. Berjamang tiga susun,
bersunting waderan, sanggul kadal-menek, bergaruda membelakang,
berpraba, berkalung ulur-ulur, bergelang, berpontoh dan berkeroncong.
Berkain kerajaan lengkap.
Gatotkaca berwanda 1 Guntur, 2 Kilat 3 Tatit. 4 Tatit sepuh, 5 Mega dan 6 Mendung.
Gatotkaca berwanda 1 Guntur, 2 Kilat 3 Tatit. 4 Tatit sepuh, 5 Mega dan 6 Mendung.
Jumat, 10 Agustus 2012
Tuanku Imam Bonjol
Kisah Pahlawan Tuanku Imam Bonjol “Pemimpin Utama Perang Padri”
Tuanku Imam Bonjol (TIB) (1722-1864), yang diangkat sebagai pahlawan nasional berdasarkam SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, 6 November 1973, adalah pemimpin utama Perang Paderi di Sumatera Barat (1803-1837) yang gigih melawan Belanda.
Selama 62 tahun Indonesia merdeka, nama Tuanku Imam Bonjol hadir di ruang publik bangsa: sebagai nama jalan, nama stadion, nama universitas, bahkan di lembaran Rp 5.000 keluaran Bank Indonesia 6 November 2001.
Namun, baru-baru ini muncul petisi, menggugat gelar kepahlawanannya. TIB dituduh melanggar HAM karena pasukan Paderi menginvasi Tanah Batak (1816-1833) yang menewaskan “jutaan” orang di daerah itu (http://www.petitiononline. com/bonjol/petition.html).
Kekejaman Paderi disorot dengan diterbitkannya buku MO Parlindungan, Pongkinangolngolan Sinamabela Gelar Tuanku Rao: Teror Agama Islam Mazhab Hambali di Tanah Batak, 1816-1833 (2006) (Edisi pertama terbit 1964, yang telah dikritisi Hamka, 1974), kemudian menyusul karya Basyral Hamidy Harahap, Greget Tuanku Rao (2007).
Kedua penulisnya, kebetulan dari Tanah Batak, menceritakan penderitaan nenek moyangnya dan orang Batak umumnya selama serangan tentara Paderi 1816-1833 di daerah Mandailing, Bakkara, dan sekitarnya (Tempo, Oktober 2007).
Mitos kepahlawanan
Munculnya koreksi terhadap wacana sejarah Indonesia belakangan ini mencuatkan kritisisme terhadap konsep pahlawan nasional. Kaum intelektual dan akademis, khususnya sejarawan, adalah pihak yang paling bertanggung jawab jika evaluasi wacana historis itu hanya mengakibatkan munculnya friksi di tingkat dasar yang berpotensi memecah belah bangsa ini.
Ujung pena kaum akademis harus tajam, tetapi teks-teks hasil torehannya seyogianya tidak mengandung “hawa panas”. Itu sebabnya dalam tradisi akademis, kata-kata bernuansa subyektif dalam teks ilmiah harus disingkirkan si penulis.
Setiap generasi berhak menafsirkan sejarah (bangsa)-nya sendiri. Namun, generasi baru bangsa ini—yang hidup dalam imaji globalisme—harus menyadari, negara-bangsa apa pun di dunia memerlukan mitos-mitos pengukuhan. Mitos pengukuhan itu tidak buruk. Ia adalah unsur penting yang di-ada-kan sebagai “perekat” bangsa. Sosok pahlawan nasional, seperti Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, Sisingamangaraja XII, juga TIB, dan lainnya adalah bagian dari mitos pengukuhan bangsa Indonesia.
Jeffrey Hadler dalam “An History of Violence and Secular State in Indonesia: Tuanku Imam Bondjol and Uses of History” (akan terbit dalam Journal of Asian Studies, 2008) menunjukkan, kepahlawanan TIB telah dibentuk sejak awal kemerdekaan hingga zaman Orde Baru, setidaknya terkait tiga kepentingan.
Pertama, menciptakan mitos tokoh hero yang gigih melawan Belanda sebagai bagian wacana historis pemersatu bangsa.
Kedua, mengeliminasi wacana radikalisme Islam dalam upaya menciptakan negara-bangsa yang toleran terhadap keragaman agama dan budaya.
Ketiga, “merangkul” kembali etnis Minang ke haribaan Indonesia yang telah mendapat stigma negatif dalam pandangan pusat akibat peristiwa PRRI.
Kita tak yakin, sudah adakah biji zarah keindonesiaan di zaman perjuangan TIB dan tokoh lokal lain yang hidup sezaman dengannya, yang kini dikenal sebagai pahlawan nasional.
Kita juga tahu pada zaman itu perbudakan adalah bagian sistem sosial dan beberapa kerajaan tradisional Nusantara melakukan ekspansi teritorial dengan menyerang beberapa kerajaan tetangga. Para pemimpin lokal berperang melawan Belanda karena didorong semangat kedaerahan, bahkan mungkin dilatarbelakangi keinginan untuk mempertahankan hegemoni sebagai penguasa yang mendapat saingan akibat kedatangan bangsa Barat. Namun, mereka akhirnya menjadi pahlawan nasional karena bangsa memerlukan mitos pemersatu.
Bukan manusia sempurna
Tak dapat dimungkiri, Perang Paderi meninggalkan kenangan heroik sekaligus traumatis dalam memori bangsa. Selama sekitar 20 tahun pertama perang itu (1803-1821) praktis yang berbunuhan adalah sesama orang Minangkabau dan Mandailing atau Batak umumnya.
Campur tangan Belanda dalam perang itu ditandai dengan penyerangan Simawang dan Sulit Air oleh pasukan Kapten Goffinet dan Kapten Dienema awal April 1821 atas perintah Residen James du Puy di Padang. Kompeni melibatkan diri dalam perang itu karena “diundang” kaum Adat.
Pada 21 Februari 1821 mereka resmi menyerahkan wilayah darek (pedalaman Minangkabau) kepada Kompeni dalam perjanjian yang diteken di Padang, sebagai kompensasi kepada Belanda yang bersedia membantu melawan kaum Paderi. Ikut “mengundang” sisa keluarga Dinasti Pagaruyung di bawah pimpinan Sultan Muningsyah yang selamat dari pembunuhan oleh pasukan Paderi yang dipimpin Tuanku Pasaman di Koto Tangah, dekat Batu Sangkar, pada 1815 (bukan 1803 seperti disebut Parlindungan, 2007:136-41).
Namun, sejak awal 1833 perang berubah menjadi perang antara kaum Adat dan kaum Agama melawan Belanda. Memorie Tuanku Imam Bonjol (MTIB)— transliterasinya oleh Sjafnir Aboe Nain (Padang: PPIM, 2004), sebuah sumber pribumi yang penting tentang Perang Paderi yang cenderung diabaikan sejarawan selama ini—mencatat, bagaimana kedua pihak bahu-membahu melawan Belanda.
Pihak-pihak yang semula bertentangan akhirnya bersatu melawan Belanda. Di ujung penyesalan muncul kesadaran, mengundang Belanda dalam konflik justru menyengsarakan masyarakat Minangkabau sendiri.
Dalam MTIB, terefleksi rasa penyesalan TIB atas tindakan kaum Paderi atas sesama orang Minang dan Mandailing. TIB sadar, perjuangannya sudah melenceng dari ajaran agama. “Adapun hukum Kitabullah banyaklah yang terlampau dek oleh kita. Bagaimana pikiran kita?” (Adapun banyak hukum Kitabullah yang sudah terlangkahi oleh kita. Bagaimana pikiran kalian?), tulis TIB dalam MTIB (hal 39).
Penyesalan dan perjuangan heroik TIB bersama pengikutnya melawan Belanda yang mengepung Bonjol dari segala jurusan selama sekitar enam bulan (16 Maret-17 Agustus 1837)—seperti rinci dilaporkan De Salis dalam Het einde Padri Oorlog: Het beleg en de vermeestering van Bondjol 1834-1837: Een bronnenpublicatie [Akhir Perang Paderi: Pengepungan dan Perampasan Bonjol 1834-1837; Sebuah Publikasi Sumber] (2004): 59-183—mungkin dapat dijadikan pertimbangan untuk memberi maaf bagi kesalahan dan kekhilafan yang telah diperbuat TIB.
Kini bangsa inilah yang harus menentukan, apakah TIB akan tetap ditempatkan atau diturunkan dari “tandu kepahlawanan nasional” yang telah “diarak” oleh generasi terdahulu bangsa ini dalam kolektif memori mereka. (Kompas 10/11/2007 Oleh Suryadi, Dosen dan Peneliti pada Opleiding Talen en Culturen van Zuidoost-AziĆ« en OceaniĆ«, Universiteit Leiden, Belanda).
Langganan:
Komentar (Atom)
